Untuk Minimalisir Terjadinya Kekerasan Pada Anak PPPA Sampang Turun Kesekolah

- Kamis, 19 Januari 2023 | 20:27 WIB
Tim P2TP2A saat lakukan penyuluhan kepada murid SMAN 1 Sampang
Tim P2TP2A saat lakukan penyuluhan kepada murid SMAN 1 Sampang

SAMPANG, JATIM ZONE- Untuk mencegah terjadinya kekarasan kepada anak-anak, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Sampang Madura, Kamis (19/1/2023) melakukan penyuluhan pencegahan kekerasan pada anak dan perempuan di SMAN 1 Kota Sampang.

Baca Juga: Rombongan Kepala Desa Asal Pamekasan Alami Kecelakaan di Tol Krian Sidoarjo

Tim Teknis Konseling Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinsos PPPA Sampang Ummu Kulsum menyatakan bahwa, ada tiga materi yang di sampaikan pada siswa yaitu stop kekerasan pada anak dan perempuan kedua stop perkawinan anak, dan ketiga Standardisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Baca Juga: Pol PP Sosialisasi Larangan PKL di Tiga Titik Sampang Kota

"Penyuluhan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak serta pencegahan perkawinan pada anak ini dilakukan di lembaga pendidikan agar dapat sedini mungkin. Sebab kasus kekerasan pada anak kan cukup tinggi, ini titik penekanannya bagaimana siswa itu mengerti, kalau tindakan kekerasan pada anak itu tetap supaya diproses secara hukum,"ucap Kulsum, Kamis (19/01/2023).

Kulsum menambahkan terjadinya kekerasan pada anak awalnya cuma bercanda dan jadi niat untuk melakukan kekerasan. Maka dari itu P2TP2A berusaha untuk lakukan penyuluhan di berbagai lembaga sekolah Intinya ingin meminimalisir tingkat kekerasan yang terjadi pada anak terutama di sekolah,"jelasnya.

Baca Juga: Motor PCX dan Rumah Milik Warga Pamekasan Ludes Terbakar

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial setempat Masruhah menjelaskan bahwa setiap tahunnya pihaknya gencar melakukan pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak baik ke lembaga pendidikan juga mendatangi rumah warga dengan program Komonikasi Informasi dan Edukasi (KIE) karena tingkat kekerasan atau pencabulan pada anak di kabupaten Sampang ini sagat tinggi.

"Kami terus berupaya melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, jadi kami mempunyai program KIE kepada sekolah formal dan non formal, pondok pesantren yayasan dan warga di pelosok desa, agar kekerasan itu dapat diminimalisir di Sampang," ucapnya.

Baca Juga: Kurang 395 Hari Lagi Pemilu 2024 DPD PAN Sampang Adakan Sosialisasi Tahapan Pencalonan Legislatif

Sementara itu Abdul Hamid Humas Sekolah SMAN 1 Sampang mengatakan adanya penyuluhan ini sangat bagus dan sagat mendukung karena ini merupakan kegiatan yang sagat positif bagi anak didik utmanya SMAN 1 Sampang. Sebab dengan penyuluhan ini kekerasan itu dapat di cegah dan tidak terjadi utamanya di sekolah dan di keluarga.

"Karena ruangannya tidak cukup dan ada sebagian siswa yang tidak ikut penyuluhan, kami harap siswa yang mengikuti penyuluhan dapat menularkan apa yang di Sampang oleh tim dari Dinsos PPPA Sampang," pungkasnya.

Editor: Dias Alan Anggariawan

Sumber: Berita Pemerintahan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Permudah Pergerakan, GP Ansor di Sampang Bangun Kantor

Selasa, 27 Desember 2022 | 13:35 WIB
X