MH Said Abdullah Gelar Dialog Kebangsaan di Pamekasan

- Jumat, 10 Maret 2023 | 10:49 WIB
MH. Said Abdullah anggota MPR DPR RI Fraksi PDI Perjuangan bekerjasama dengan Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) PC GP Ansor Pamekasa menggelar diskusi tentang Sosialisasi Empat Pilar dan Dialog Kebangsaan.
MH. Said Abdullah anggota MPR DPR RI Fraksi PDI Perjuangan bekerjasama dengan Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) PC GP Ansor Pamekasa menggelar diskusi tentang Sosialisasi Empat Pilar dan Dialog Kebangsaan.

JATIM ZONE - MH. Said Abdullah anggota MPR DPR RI Fraksi PDI Perjuangan bekerjasama dengan Badan Ansor Anti Narkoba (BAANAR) PC GP Ansor Pamekasa menggelar diskusi tentang Sosialisasi Empat Pilar dan Dialog Kebangsaan di Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten pamekasan, Kamis petang (9/3/2023).

Dalam sambutannya, Kepala BAANAR PC GP Ansor pamekasan, Nadi Mulyadi menyampaikan bentuk kerjasama ini rasa sangat penting dan strategis mengingat concern BAANAR dalam menanamkan Jiwa Pancasila dan Nilai Kebangsaan kepada orang tua dan anak muda. Terutama dalam memerangi penyalahgunaan Narkoba yang berdasar pada nilai-nilai 4 pilar.

“Kami menerima kerjasama ini karena kami menimbang topik yang dibahas merupakan topik penting dan strategis dan juga concern kami untuk selalu menjadi bagian dalam merawat dan memperkuat Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan. Karena ketika nilai-nilai 4 pilar kebangsaan sudah tertanam maka penyalahgunaan narkoba akan dengan sendiri tergerus bahkan tidak ada”, katanya.

Baca Juga: Perintah Atasan Jadi Alasan Kepsek SMPN 1 Sumenep Enggan Publikasikan Bantuan Dana BOS

Selain itu, Sambung Nadi dalam konteks masyarakat yang plural, Indonesia senantiasa memerlukan nilai-nilai pengikat dan perekat yang kokoh.

Pengikat tersebut telah disepakati berupa empat konsensus dasar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Konsensus ini merupakan bagian dari sejarah Bangsa Indonesia yang begitu panjang. Sejarah telah mencatat bahwa konsensus tersebut telah berhasil menjadi penguat dan solusi bagi berbagai persoalan kebangsaan yang dihadapi Indonesia. Karenanya, menjadi penting untuk terus memelihara dan memperkuat Pancasila dan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa saat ini dan ke depan,” tuturnya.

Pembicara Taufiqurrahma Khafi menekankan bahwa kebhinekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan prinsip yang wajib dikelola menjadi faktor penguat tata nilai dan tata kehidupan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Desak Pelaksanaan Pilkades 2023 ditunda, DPMD : DPA Pilkades hanya 500 Juta untuk Pelantikan PAW

“Dalam konteks tersebut, keberadaan aktor dan basis struktur menjadi penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai tersebut terus ada dan menguat membawa pada cita-cita Bersama,” jelas dosen IAIN Madura tersebut.

Untuk itu, lanjut Taufiq, keberadaan mahasiswa, lembaga negara, institusi pendidikan, civil society, dan institusi sosial strategis lainnya menjadi bagian aktor strategis yang harus menjadi bagian yang terus merawat basis struktural kebhinekaan Indonesia dan nilai-nilai kebangsaam.

Sehingga menghasilkan dualitas agen dan struktur strategis, yakni kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Esa Arif mengungkapkan bahwa perkembangan kaum muda bisa menjadi bom waktu bila mana kualitasnya rendah dari parameter.

Baca Juga: Dana BOS SMPN 1 Sumenep Diduga Kuat Diselewengkan

Halaman:

Editor: Dias Alan Anggariawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X