Antisipasi Wabah PMK, DPRD Sumenep Warning DKPP Untuk Fungsikan Puskeswan

- Jumat, 10 Juni 2022 | 21:51 WIB
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Indra Wahyudi. */Khairul
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Indra Wahyudi. */Khairul

SUMENEP, JATIM ZONE - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Indra Wahyudi meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat fungsikan secara maksimal Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

Sebab, menjelang Hari Raya Idul Adha, ditemukan sebanyak 17 ekor sapi milik warga Kabupaten Sumenep terpapar wabah gejala Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

"Saya mendengar banyak sapi milik warga hampir memiliki gejala yang serupa dengan penyakit PMK itu. Maka saya meminta kepada dinas terkait untuk proaktif, apalagi menjelang Idul Adha," ungkapnya, Jumat, 10/06/2022.

Baca Juga: Perdana, Bupati Sumenep Lepas Ekspor Komoditas Daun Kelor ke China

Sebelum kasus PMK semakin melonjak, Indra meminta agar semua pihak harus bekerja sama melakukan upaya menekan penyebaran wabah PMK ini.

"Sampai saat ini saya belum melihat Puskeswan di Sumenep difungsikan dengan baik, kalau tidak keliru di Pamolokan itu tidak difungsikan dengan benar, Dinas terkait mestinya panggil anak buahnya untuk fungsikan Puskeswan itu," jelasnya.

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan peternakan menurut pria murah senyum ini adalah dengan meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan hewan.

Apa lagi menjelang idul adha harus ada peningkatan derajat kesehatan hewan yang terpenuhi.

Baca Juga: BK Akan Panggil Oknum Anggota DPRD Sumenep yang Buat Status Vidio Porno

"Optimalkan Puskeswan, tingkatkan sarana dan prasarana serta sumberdaya manusianya. Ini harus menjadi upaya serius yang mesti segera dikerjakan DKPP," tegasnya.

Di sisi lain politisi partai demokrat ini mendesak supaya DKPP segera menerjunkan koordinator Kecamatan ke bawah untuk memantau masyarakat dengan melibatkan para kelompok tani.

Sebab kelompok tani merupakan organisasi kemasyarakatan yang menjadi etalase kebutuhan yang tidak hanya berkaitan dengan pertanian, namun juga berkaitan dengan peternakan.

Baca Juga: Aduh, Oknum Anggota DPRD Sumenep Update Status Video Porno di WhatsApp Pribadinya

"DKPP Sumenep perlu memanggil penyuluh di setiap Kecamatan agar berkoordinasi dengan kelompok tani yang ada di desa desa itu. Memantau perkembangan hewan ternak yang ada di desa terutama sapi agar ditangani," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dias Alan Anggariawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kompak, PPK se-Kabupaten Sumenep Antusias Ikuti Bimtek

Minggu, 5 Februari 2023 | 16:10 WIB
X