• Sabtu, 8 Oktober 2022

Polres Tindak Tegas 11Mahasiswa (BEM) Karena Lakukan Unras Di (TBBM) Pertamina Camplong

- Kamis, 8 September 2022 | 18:27 WIB
Saat para mahasiswa lakukan Unras di Pertamina  camplong
Saat para mahasiswa lakukan Unras di Pertamina camplong

 

SAMPANG, JATIM ZONE - Tim Resmob Polres Sampang dengan sigap dan tegas amankan 11 orang aktivis mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Jalan Raya Camplong, Sampang, Kamis (08/09/2022).

Baca Juga: Seorang Pria Asal Bangkalan Dibacok Saat Potong Rambut Di Bayuates

Pantuan dilapangan para Pendemo yang mengatasnamakan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kabupaten Pamekasan itu sebelum melakukan aksinya para aparat kepolisian langsung melakukan pencegatan agar tidak melakukan aksinya di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina dengan membawa sebagian para pendemo untuk di amankan ke Polres Sampang.

Baca Juga: Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2022, Wilayah Kecamatan Sampang Kota Terbayak

Kapolres Sampang AKBP Arman mengatakan, bahwa para Pendemo sekitar 25 orang yang mengatasnamakan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kabupaten Pamekasan, dan sekitar 11 mahasiswa kami langsung amankan, karena berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM subsidi di tempat lokasi objek vital nasional yang memang di larang,"ucap AKBP Arman, saat jumpa pers Kamis (08/09/2022).

Baca Juga: Masyrakat Sampang Bersatu (MSB), Tolak Kenaikan BBM Dengan Lakukan Aksi Di DPRD Kab.Sampang

Arman menyatakan memang ada
11 orang yang diamankan, Satu dari 11 mahasiswa ditetapkan tersangka dan lainnya sebagai saksi. Salah satu yakni inisial SB sebagai korlap aksi. Sementara untuk saksi-saksi akan pulang setelah dilakukan pemeriksaan namun tersangka untuk menyelesaikan pemeriksaan setelah 1×24 jam,”ucapnya.

Baca Juga: Turnamen Bola Voli AHY Cup Diresmikan, Masyarakat Pamekasan Sangat Antusias

Kapolres menambahkan bahwa para pendemo yang mengatasnamakan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kabupaten Pamekasan ini sudah melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 pasal 9 ayat 2 huruf a yang disebutkan bahwa objek vital nasional tidak diperbolehkan melakukan unjuk rasa dalam radius 500 meter dari pagar luar. Namun hal itu tidak diindahkan oleh para pengunjuk rasa, sehingga aparat melakukan pengamanan dengan cepat agar tidak terjadi yang tidak di inginkan,"tambahnya.

Halaman:

Editor: Dias Alan Anggariawan

Sumber: Pemerintah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Begini Respon Wakil Ketua DPRD Sumenep Soal Kenaikan BBM

Senin, 19 September 2022 | 15:34 WIB
X