MP: Dalam Pengembangan OTT, KPK Harus Berantas Semua Mafia Dana Hibah di Jatim

- Selasa, 27 Desember 2022 | 20:54 WIB
Aksi Jilid II Soal Korupsi Dana Hibah, Madura Progress Minta Tangkap Gubernur Jatim, Pimpinan DPRD sampai Koordinator Lapangan. */Jakfar Sodiq/
Aksi Jilid II Soal Korupsi Dana Hibah, Madura Progress Minta Tangkap Gubernur Jatim, Pimpinan DPRD sampai Koordinator Lapangan. */Jakfar Sodiq/

JATIM ZONE - Madura Pregress (MP) kembali datangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendesak usut tuntas korupsi dana hibah Jawa Timur yang diduga melibatkan banyak pihak.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa (27/12/2022).

Dalam orasinya, koordinator aksi Imam Hanafi menyebut dana hibah Jawa Timur dikorupsi secara berjemaah dan selama ini yang menjadi ladang empuk bermainnya para mafia dana hibah tersebut yaitu di Madura.

“Sudah sejak dulu dana hibah menjadi bancakan para koruptor buktinya tahun ke tahun pasti ada yang masuk penjara. Yang belum ketangkap berarti bagus cara mainnya padahal sama saja merampok dana hibah,” kata Imam.

Baca Juga: Kado Akhir Tahun, DKPP Sumenep Sabet 2 Penghargaan Sekaligus, Cek Di Sini

“Seakan sudah menjadi keharusan bagi para pengelola dan yang menyalurkan dana hibah jawa timur untuk korupsi dan yang menjadi tempat pengalokasiannya adalah Madura. Inilah yang bagi kami sebagai putra madura tidak terima, anggaran yang semestinya dinikmati oleh masyarakat malah dikorupsi,” jelasnya.

Imam berharap KPK menyelesaikan masalah korupsi dana hibah Jawa Timur sampai tuntas. Menurutnya, kasus ini dilakukan secara berjemaah.

“Ini adalah kasus yang dilakukan secara sistematis dari pimpinan atas Pemprov Jatim sampai tingkat paling bawah ke koordintaor-koordinator lapangan,” ucapnya.

“Buktinya KPK sudah menggeledah kantor Gubernur dan Wakilnya, kantor Sekda dan anggota DPRD Jatim,” lanjutnya.

Baca Juga: Selamat, DPC APSI Madura Periode 2022-2027 Dinahkodai Abd Warits

Imam menyebut salah satu pemain dan yang mengendalikan semua pendistribusian ke instansi-instansi terkait yang harus segera ditangkap oleh KPK.

“Tidak ada masyarakat Jatim yang tahu paswordnya E-Pokir dan tidak ada masyarakat Jatim yang tahu mengisi atau meng-upload SIPD, semua dikendalikan oleh UPT. Binamarga, diarahkan dan dikumpulkan waktu itu oleh oknum Bappeda. Mohon KPK tangkap yang namanya Afif karena dia yang diduga mengendalikan semua pendistribusian hibah tunai ke Binamarga, Cipta karya dan PU, SDA atau Pengairan. Tangkap Afif dan Ikmal, Kabid Perencanaan dan Anggaran Bappeda Jatim dan Kepala Bappeda Jatim. Semua arahan dari kepala Bappeda dan Gubernur,” tuturnya.

Imam mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi selama KPK belum menindak lanjuti tuntutannya. Apalagi, kata Imam, bukti tempat proyek dari dana hibah Jatim di Madura sudah diserahkan ke KPK.

Baca Juga: Waduh, Ruang Kerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Digeledah KPK

Halaman:

Editor: Haifizah Maulidina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kompak, PPK se-Kabupaten Sumenep Antusias Ikuti Bimtek

Minggu, 5 Februari 2023 | 16:10 WIB
X